Oleh: tcsemeru | Juni 4, 2007

Pengin menyediakan akses internet untuk petani, SPPQT dolan ke Telecenter Semeru

kunjungan sptp

    Berkaitan dengan rencana membangun sistem informasinya, SPPQT melakukan kunjungan ke telecenter Semeru. Telecenter yang berdiri pada 30 Mei 2005 ini dinilai beberapa pihak telah berhasil melakukan kegiatannya dengan baik. Rombongan SPPQT yang terdiri dari Asrofi M, Mujab, Musa A ini diterima langsung oleh pengelola telecenter Bapak Sahlan. Dalam kunjungan ini SPPQT berkesempatan melihat dari dekat peran telecenter dalam menyediakan akses informasi bagi petani dan pengusaha kecil di kawasan Pasrujambe Lumajang ini. Masyarakat baik laki-laki dan perempuan dari berbagai tingkatan umur ada di situ saat romgongan tiba. Mereka terlihat sedang ngenet.
kunjungan ini berkait dengan rencana SPPQT untuk mendirikan lembaga Resources Center/lumbung sumber daya. Lembaga diperuntukkan bagi anggota untuk bisa melakukan akses terhadap alat-alat berproduksi, termasuk di dalamnya penyediaan perangkat informasi, baik untuk akses ataupun untuk up load.
Dengan adanya studi banding ini diharapkan devisi sistem informasi bersama beberapa elemen di SPPQT memiliki gambaran tentang seluk beluk pengelolaan telecenter sebagai bagian dari resources center. Dengan demikian setelah studi banding ini ada materi dan referensi dalam merencanakan pendirian telecenter sebagai bagian dari reources center.
Selain itu diharapkan tim bisa menemukan spirit dari telecenter yang telah bisa berjalan selama ini sehingga diharapkan tidak sebatas mendapat paparan teknis soal pengelolaan namun lebih dari itu bisa menekukan logika dan penjelasan bagaimana lembaga ini bisa bertahan dan terus dibutuhkan. Dengan demikian masalah teknis bisa disesuaikan dengan kondisi di wilayah anggota SPPQT.
Wilayah yang menjadi cakupan dari studi banding ini adalah :
1. managemen pengelolaan program. Meliputi bagaimana pengelola selaku pemegang mandat anggota mengembangkan kreatifitas dalam rangka meningkatkan tuntutan kebutuhan dari anggota.
2. managemen keuangan. Bagaimana pengelola berpikir soal keberlangsungan telecenter sehari-hari.
3. managemen perencanaan. Bagaimana pengelola berpikir soal keberlanjutan telecenter ketika sudah tidak bekerja sama lagi dengan penyandang dana.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: