Oleh: tcsemeru | Agustus 7, 2007

Praktek Lapang Diklat Teknologi Maju Pisang Angkatan I

 

By : Suhendro Kord.Klinik Agribis primatani Lumajang

 

Pada tanggal 18 Juli – 6 Agustus 2007 Lokasi Prima Tani Lumajang dipercaya menjadi tempat Praktek Lapang Diklat Tehnologi Maju Pisang Angkatan I oleh Balai Besar Diklat Agribis Tanaman Pangan dan Tanaman Obat Ketindan (BBDATPO).

Pelatihan Petani Pisang Maju

    Dipilihnya lokasi Primatani lumajang dikarenakan termasuk dalam wilayah Kawasan Agropolitan SEROJA ( Senduro-Pasrujambe), dimana kawasan ini merupakan sentra Tanaman Pisang. Dalam pelatihan Tehnologi majau pisang Angkatan I di kawasan Primatani lumajang dipandu oleh tim dari BBDATPO, BPTP Jawatimur, Klinik Agribis dan Gapoktan Permata Primatani. Muatan Materi pelatihan dilaksaksanakan secara partisipatif dengan 50 % clasing dan 50 % praktek lapang, sedangkan materi yang diberikan secara classing meliputi :

  • G A P

  • S P O pisang

  • Sertifikasi SISAKTI

  • Managemen Budidaya Pisang

  • Ketersediaan Tehnologi Budidaya Pisang spesifik Lokasi

  • Tehnologi Pengolahan Hasil Pisang

  • Pengembangan Pisang dalam Rangka S C M

Sedangkan materi Praktek lapang diberikan berupa :

  • Pemilihan Lokasi,Pembenihan, Pengajiran

  • Pembuatan Lubang tanam, Penanaman, Penutupan lubang tanam

  • Pengairan, Penjarangan anakan, Pemupukan

  • Pembrongkosan, Pemotongan Jantung pisang

  • Pengendalian OPT, Penentuan saat panen

  • Penanganan pasca panen

  • Kelembaagaan tani pisang

  • Rencana Tindak lanjut.

Dari hasil pelaksanaan pelatihan diharapkan petani mau dan mampu melaksanakan SPO pisang untuk menjaga jaminan mutu dan menghasilkan standar mutu sesuai permintaan pasar, dimana mutu produk buah merupakan bagian integral sub sistem produksi buah-buahan yang tidak dapat dipisahkan, dan produk buah dapat menjadi komoditi Agribis penting bila menerapkan Standar mutu.

Menurut BBDATPO ketindan dikatakan bahwa Produk buah Pisang Mas Kirana beresiko tinggi terhadap penurunan mutu akibat proses pra panen, panen maupun pasca panen. Untuk itu diharapkan setelah pelatihan petani dapat menerapkan SPO untuk meminimilisasi terjadinya dampak buruk terhadap mutu buah pisang.

Salah satu upaya untuk menghasilkan produk buah pisang sesuai keinginan konsumen dapat dilakukan dengan memperhatikan kaidah berkebun pisang yang baik dan benar serta melukan pencatatan secara rutin dengan menggabungan tehnologi petani dan tehnologi maju melalui 3 aspek yaitu :

1. Aspek Budidaya meliputi

  • Pengairan

  • Penjarangan anakan

  • Pemupukan

  • Sanitasi lahan

  • Pengaturan jumlah daun

  • Pengendalian O P T

  • Pembrongsongan

  • Pembuangan Jantung pisang

2. Aspes Penangan Panen

  • Penentuan Waktu Panen

  • P a n e n

3. Aspek Pasca panen

  • Pengankutan

  • Penyisiran dan sortasi I

  • Pencucian

  • Sortasi II

  • Pelabelan

  • Pengepakan

Dalam pelatihan Angkatan I pesertanya sejumlah 30 orang dari propinsi JawaTimur yang diwakili oleh Kabupaten Lumajang. Sedangkan untuk Angkatan II dan III rencananya akan diikuti peserta dari Propinsi NTT, NTB dan Kalbar yang juga merupakan sentra Tanaman Pisang.

( Penulis : Suhendro kord. Klinik Agribis Primatani Lumajang )

 

 

 

 


Responses

  1. pak/bu minta cara berkebun pisang dan perawatanya!

    trimakasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: