Oleh: tcsemeru | April 4, 2009

Kunjungan BPTP/ Litbang Pusat ke Prima Tani-Pasrujambe

Sabtu,22 Peb 2009

primatani01Pagi-pagi sekali terlihat para petani di dukuh Plambang desa Pasrujambe, Lumajang kelihatan sibuk berbenah.Ada yang pergi ke kebun, kandang dan ada juga yang berkumpul di sekretariat mereka yang juga merupakan Gandok Prima Tani Lumajang. ternyata kesibukan mereka bukan tanpa sebab, menurut ketua kelompok tani Sekar Maju I, mereka sedang menyambut kedatangan tamu dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat ( Balitbang) yang rencana berkunjung ke tempat mereka.

Memang keyataannya, sekitar pukul 07.20 wib hari Rabu kemarin, para tamu yang dimaksud telah datang. Rombongan mobil terlihat berjalan beriringan dari Balitbang Pusat yakni Dr.Achmad M.Faqi dan Dr.Santi sedangkan dari Prima Tani Malang ( Ibu Evi dkk) juga terlihat mendampingi.

Agenda pertama mereka yakni melihat perkembangan kebun milik kelompok Sekar Maju I. Kemudian dilanjutkan dengan melihat proses pemerahan susu kambing dari petani. Mereka juga melakukan diskusi di Sekretariat Prima Tani ( Gandok orang jawa menyebutnya).

Ternyata dari sinilah semuanya muncul ke permukaan. Saya sangat senang, justru dari sini bisa memunculkan berbagai ide dan inovasi baru, ujar Dr. Faqi disela-sela diskusi. Memang suasana diskusi begitu hidup dimana Dr. Santi melontarkan beberapa pernyataan tentang kemajuan dan manfaat yang dirasakan petani setelah adanya Prima Tani. Salah satu manfaatnya adalah bertambahnya income petani yang berasal dari sector kebun dan ternak yang mereka pelihara. Saya sangat senang sekali dengan adanya Prima Tani ini, sebelumnya masyarakat tidak tahu bagaimana memanfaatkan potensi pertanian di daerah ini, tetapi sekarang masyarakat mendapat pengetahuan sekaligus pendampingan tentang cara pemanfaatan dan pengolahan lahan, ujar Bpk.Sucipto, Ketua Gapoktan Semeru – Pasrujambe.

Diskusi dilanjutkan dengan pengarahan Dinas Pertanian Kab.Lumajang, yakni Ir. Soelkan. Beliau mengharapkan penguatan petani harus terus dilakukan, hal ini terkait dengan eksistensi Prima Tani selaku pendamping.Jangan sampai setelah tidak ada Prima Tani, Petani menjadi mundur kembali, Kata Ir.Soelkan.


primatani02Memang, semenjak adanya Prima Tani di Pasrujambe kabupaten Lumajang tahun 2006, masyarakat digiring untuk mengembangkan inovasi teknologi pertanian.
Jika dulunya masyarakat menjual pisang Mas dalam bentuk tandan dengan harga Rp.7.000 per tandan, maka saat ini dengan masuknya PT. Sewu Segar petani dapat menjual pisang Mas Kirana dengan harga Rp.3.500 per kilogram. Dengan demikian petani diharapkan akan mandiri dalam inovasi pertanian misal saat ini menggunakan metode Petik-Kemas-Jual. Kedepan diharapkan inovasi tersebut sebagai pondasi metode “Pelaju Teknologi” yaitu Petik-Olah-Jual.Sehingga petani merasa percaya diri dan tertanam rasa “ Bangga Suka Desa”. (sanjaya)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: