Tentang Telecenter Semeru

 I. Pendahuluan

Kekayaan yang melimpah di Indonesia belum semua mampu diangkat dan diolah untuk mendukung misi menuju kejayaan bangsa, sementara teknologi informasi dan komunikasi  (TIK) mutlak menjadi bidang utama yang harus diperhatikan untuk kemajuan negara serta menjadi salah satu masa depan bagi solusi permasalahan yang saat ini dihadapi. Kesimpangsiuran informasi bukan hanya berakibat pada kerugian ekonomis akan tetapi juga pada masalah sosial budaya. Potensi pertanian yang luar biasa besar juga belum tergarap dengan baik, disamping itu jumlah penduduk Indonesia juga merupakan sumber daya potensial yang akan membawa bangsa ini cepat bangkit menuju kejayaannya.

Mayoritas penduduk Indonesia tinggal di daerah pedesaan dan kurang lebih separuhnya hidup di bawah garis kemiskinan. Meskipun Pemerintah sejak tahun 1990-an telah berupaya keras untuk mengurangi kemiskinan di daerah pedesaan, namun kemiskinan terus menyatu dengan masyarakatnya. Seolah – olah berbicara tentang pedesaan dan sebaliknya apabila berbicara tentang desa yang dibahas adalah masalah kemiskinan untuk peningkatan kesejahteraannya.

Sebagai salah satu solusi penanganan masalah kemiskinan yang dapat segera direalisasikan antara lain ialah membangun basis informasi yang kegiatannya diawali melalui penyusunan sistem informasi. Dengan membangun basis informasi diharapkan begitu banyak informasi yang dapat diketahui dan akan berdampak pula pada banyaknya kesempatan berusaha yang bermanfaat bagi masyarakat pedesaaan.

Banyak pengalaman di Negara – Negara berkembang menunjukkan, bahwa akses informasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, dimana tujuannya antara lain agar dapat mengetahui harga jual   produk,  baik  itu  sektor  pertanian,  perikanan maupun usaha lainnya. Dengan mengetahui informasi harga jual dimungkinkan masyarakat setempat mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.Karena mempunyai nilai jual tinggi, maka dengan sendirinya penghasilan masyarakat meningkat.

Memperhatikan hal tersebut dan sesuai dengan program fasilitas yang dilaksanakan di Jawa Timur sebagai salah satu yang utama dan mendapat perhatian ialah pengentasan kemiskinan, keberadaan masyarakat miskin terutama yang tinggal di desa – desa terpencil di Jawa Timur berjumlah ± 4.894.609 jiwa ( Sumber : Biro Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Prop. Jawa Timur ), sulit untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, informasi pasar, dll. Melalui mekanisme bekerjasama dengan pihak luar atau kemitraan yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat, informasi yang dibutuhkan masyarakat ini diharapkan dapat terpenuhi dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi.

Untuk mendapatkan kebutuhan informasi yang sulit inilah melalui program percontohan, kerjasama BAPPENAS ( Badan Perencanaan Pembangunan   Nasional ) dengan bantuan dana hibah dari Badan PBB, UNDP ( United Nations Development Programme ) akan melaksanakan “ Program Partnership for e-Prosperity for the Poor / Pe-PP ( Kemitraan Dalam Strategi Pengurangan Kemiskinan melalui Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi / ICT  ) di Jawa Timur  dan disebut Telecenter. Dengan dukungan instansi terkait a.l. BAPPEPROP, Dinas Pertanian, Badan Pemberdayaan Masyarakat, BPDE Prop. Jatim ditunjuk selaku penanggung jawab pelaksanaan pembangunan pilot project Telecenter di Jawa Timur dengan harapan pelaksanaan program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui program kemitraan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ( ICT ).

II. Telecenter

Apakah telecenter itu?. Telecenter merupakan tempat mengakses informasi, berkomunikasi dan mendapatkan layanan sosial dan ekonomi dengan menggunakan sarana teknologi informasi dan komunikasi berupa komputer dan sambungan ke internet. Kegiatan ini sesuai pula dengan “World Summit Information Technology” yang dideklarasikan di Geneva tahun 2003 bahwa untuk tahun 2015 diharapkan seluruh desa di dunia sudah tehubung secara online. Selain itu telecenter diharapkan merupakan tempat dilaksanakannya kegiatan pemberdayaan masyarakat yang antara lain berupa pelatihan peningkatan ketrampilan dan pengetahuan serta pelaksanaan kegiatan ekonomi masyarakat secara profesional yang didukung oleh fasilitas telecenter.

III. Maksud dan Tujuan Program

Pendirian telecenter di daerah pedesaan merupakan program pengembangan komunitas lokal dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut :1.      Meningkatkan pengetahuan masyarakat miskin ( petani dan nelayan ) terutama dalam hal pengelolaan usaha dan pemasaran hasil usaha di bidang pertanian.

2.      Meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat miskin melalui penyuluhan dengan pemanfaatan ICT.

3.      Meningkatkan produksi bidang pertanian dengan adanya pemasaran yang lebih terbuka dan luas melalui informasi pemasaran yang ada di internet.

4.      Meningkatkan kualitas SDM di tingkat desa melalui pelatihan-pelatihan terutama di bidang teknologi informasi dan bahasa Inggris untuk mempersiapkan diri memasuki pasar kerja.

IV. Target dan Sasaran

Terwujudnya model pemanfaatan ICT untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat miskin di pedesaan melalui data informasi dari internet guna mendukung pengelolaan usaha dan pemasaran hasil usaha di bidang pertanian. Kemitraan atau partnership merupakan kata pertama dari program ini dan diharapkan merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan proyek. Kemitraan dimaksud adalah kemitraan sejajar antara pusat, daerah dan negara donor.

Dalam pelaksanaannya akan dipilih lima desa di Indonesia dan salah satu desa yang terpilih adalah di Jawa Timur. Komponen penting dari program ini pada setiap proyek percontohan akan didirikan 1 (satu ) unit telecenter dengan sarana dan prasarana komputer yang tersambung ke internet dan dilengkapi dengan kegiatan pengembangan masyarakat dengan memanfaatkan sarana yang tersedia.

V. Konsep Telecenter

Konsep telecenter adalah model pelayanan data dan informasi kepada masyarakat miskin khususnya petani dan nelayan dengan memanfaatkan ICT guna mendukung kegiatan pengelolaan usaha, pemasaran hasil usaha dan lain-lain, sedangkan untuk pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
1.      Supervisor dan tenaga pelaksana dari UNDP memberikan pelatihan (TOT) kepada masyarakat desa yang memenuhi syarat untuk dilatih teknologi informasi atau internet dan Bahasa Inggris;

2.      Tenaga terlatih tersebut bertugas memberikan pelayanan data dan informasi (penyuluhan) kepada masyarakat miskin yang membutuhkan data dan informasi dari internet tentang pengolahan usaha dan pemasaran hasil usaha bidang pertanian dll;

3.      Dimungkinkan bila petani atau nelayan diwilayah binaan berhasil menyumbangkan teknis pengolahan bidang pertanian yang lebih baik, informasi tersebut oleh penyuluh ias disebarluaskan melalui internet untuk petani dan nelayan yang lain.
4.      Direncanakan kegiatan operasional dari desa percontohan akan dapat diakses melalui website jatim.go.id dan jatimonline.org

VI. Rencana Kegiatan

1.      Survey kebutuhan masyarakat miskin terhadap informasi guna mengetahui jenis informasi yang dibutuhkan;

2.      Mendirikan 3 (tiga) unit telecenter di desa / kecamatan yang dilengkapi sarana komputer yang terhubung ke internet dengan rincian sebagai berikut :

      a.       1 (satu) unit telecenter dibiayai oleh UNDP dengan dana pendampingan dari APBD Propinsi Jawa Timur TA. 2005;

  1. 2 (dua) unit telecenter dibiayai oleh APBD Propinsi Jawa Timur TA. 2005.

3.      Pembangunan aplikasi portal web internet sesuai kebutuhan masyarakat;

4.      Memberikan pengetahuan kepada  masyarakat desa yang memenuhi syarat yaitu ketrampilan bidang teknologi informasi dan Bahasa Inggris, selanjutnya akan bertugas memberikan data dan informasi dari internet kepada masyarakat miskin (petani dan nelayan) sesuai kebutuhan untuk meningkatkan taraf perekonomiannya. 

VII. Pelaksanaan Kegiatan

a. Penentuan Lokasi Telecenter
Tim seleksi calon lokasi telecenter terdiri dari Badan Pengelolaan Data Elektronik Propinsi (BPDE) Jawa Timur selaku penanggung jawab pilot project pembangunan telecenter di Jawa Timur didukung oleh instansi terkait yaitu BAPPEPROP, Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom), Dinas Pertanian, Badan Pemberdayaan Masyarakat, PT. TELKOM bekerjasama dengan United Nations Development Program (UNDP) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS).

Dalam proses penseleksian calon lokasi percontohan, beberapa kriteria harus dipenuhi oleh sebuah calon desa. Dua kriteria mutlak adalah memiliki setengah atau lebih dari 30% penduduk berada di bawah garis kemiskinan, atau biasa disebut dengan daerah merah (red zone), serta ketersediaan infrastruktur utama yaitu jaringan listrik dan telepon, serta kemudahan dalam mendapatkan tambahan jaringan telepon.
Beberapa syarat lain yang menjadi bahan pertimbangan tim adalah keberadaan tuan rumah potensial yang dianggap mampu menjalankan telecenter sesuai maksud peruntukan berdirinya.

Lembaga yang berpotensial menjadi tuan rumah adalah lembaga aktif yang memiliki kegiatan-kegiatan di bidang penanggulangan kemiskinan dan pengembangan masyarakat pedesaan. Dengan demikian diharapkan kegiatan-kegiatan yang nantinya diselenggarakan di telecenter dapat bersinergi dengan program-program yang telah ada. Sebuah lembaga tuan rumah yang telah berpengalaman di bidang pengembangan masyarakat diharapkan dapat menjamin keberlangsungan telecenter pada saat nantinya bantuan eksternal untuk telecenter tersebut telah dihentikan.

Selain dari pertimbangan-pertimbangan di atas, sangat disadari bagi tim seleksi bahwa apresiasi masyarakat desa, tokoh-tokoh informal dan formalnya merupakan faktor penentu pemilihan calon lokasi percontohan. Telecenter hanya akan dapat berjalan dengan baik dan berguna untuk masyarakat sekitarnya bila didukung oleh partisipasi aktif penduduk desa. Aspirasi masyarakat, tokoh-tokoh formal dan informal pedesaan merupakan satu bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari kesuksesan sebuah telecenter.

Dari hasil survei lokasi di daerah miskin di Jawa Timur telah terpilih 8 (delapan) alternatif calon lokasi program Pilot Project Program Partnership for e-prosperity for the poor ( Pe-PP ) yaitu :

Alternatif Calon Lokasi Pendirian Telecenter

No

KABUPATEN

KECAMATAN

DESA

Prosentase Pend.Miskin

( % )

KET

1 Malang Tirtoyudo Pujiharjo

31,99

Memiliki wilayah pantai
2 Tulungagung Tanggungunung Ngrejo

37,22

3 Trenggalek Munjungan Craken

38,23

4 Lamongan Paciran Paloh

38,37

5 Lumajang Pasrujambe Kertosari

55,13

Tidak memiliki wilayah pantai
6 Tuban Widang Ngadipuro

89,40

7 Madiun Pilang Kenceng Muneng

40,15

8 Malang Kepanjen Ngadi Langkung

40,44

 

Sehubungan dengan keterbatasan dana, telah diputuskan bahwa hanya ada 2 (dua) lokasi yang dipersiapkan untuk telecenter yaitu di desa Kertosari Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang, dengan dukungan dana dari UNDP / BAPPENAS dan Desa Muneng, Kecamatan Pilang Kenceng  Kabupaten Madiun dengan dukungan dana dari APBD Propinsi Jawa Timur.

Untuk pelaksanaan di lapangan telah dipersiapkan organisasi pengelola sebagai berikut (gambar 1)

1.   Tim Pembina Telecenter yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat setempat;

2.   Sebagai tuan rumah ditunjuk tokoh masyarakat yang bertanggungjawab untuk keberadaan telecenter;

3.   Pengelola telecenter yang terdiri dari Manager, Bagian pelayanan masyarakat, Bagian Informasi dan Bagian Pengembangan Masyarakat disamping sekretaris juga operator sebanyak 2 orang dan 1 tenaga teknis.

Untuk pembinaan secara keseluruhan organisasi diserahkan pada Tim pembina program yang terdiri dari BAPPENAS/ UNDP, BPDE, BAPPEPROP, BAPEMAS, Dinas Pertanian dan Dinas Infokom Propinsi Jawa Timur serta Pemerintah Kabupaten Madiun dan Lumajang.

b. Penandatanganan Nota Kesepahaman

Nota Kesepakatan mengenai pendirian telecenter Madu Rasa Muneng dan telecenter Semeru resmi ditandatangani pada tanggal 23 Maret 2005 antara Bappenas/UNDP sebagai Pihak Pertama dan BPDE (Badan Pengelola Data Elektronik) Provinsi Jawa Timur sebagai Pihak Kedua di Surabaya.

Pada hari sebelumnya, dua Pihak lain, yaitu Kepala Desa sebagai Pihak Ketiga dan Ketua Tuan Rumah telecenter sebagai Pihak Keempat telah menandatangani Nota Kesepakatan secara terpisah di lokasi masing-masing.

Melalui penandatanganan ini resmi sudah proses penyelenggaraan telecenter di Jawa Timur berjalan. Nota Kesepakatan  mengatur tugas dan kewajiban masing – masing  pihak  dalam  proses  penyelenggaraan  telecenter di Jawa Timur, termasuk maksud dan tujuan pelaksanaan telecenter Madu Rasa Muneng dan telecenter Semeru. Kerangka acuan (TOR) untuk Tim Pengelola Harian telecenter menjadi lampiran dari Nota Kesepakatan.

c. Kegiatan Telecenter
1. Telecenter Desa Muneng, Kecamatan Pilang Kenceng Kab. Madiun
a.   Pengelola Telecenter adalah Kelompok Tani “Madu Rasa” juara Nasional Kelompok Tani Agribisnis ;

b.   Operasionil Telecenter dimulai bulan Mei 2005 dari jam 08.00 s/d 18.00 dan masih memanfaatkan 1 (unit) Computer akan tetapi sudah dikunjungi oleh masyarakat sekitarnya ± 6 (enam) orang per hari ;


c.    Petani desa Muneng dan sekitarnya telah memanfaatkan informasi – informasi yang diakses melalui internet antara lain :

1).  www.nilamonline.com memberikan informasi tentang minyak nilam dan proses penyulingannya yang sudah dikembangkan di propinsi lain, informasi ini diharapkan memberikan prospek bagi para petani untuk menanam pohon nilam yang masih belum dikembangkan di Kab. Madiun dan mempunyai harga yang cukup tinggi di pasaran. Sudah direncanakan penanaman pohon nilam ± 2 (dua) hektar ;

2).  www.cacao.com, untuk mengembangkan pohon coklat yang dipersiapkan penanaman 3000 pohon di Kec. Pilang Kenceng dengan asumsi setiap KK mendapat tanggungjawab memelihara antara 2 s/d 4 pohon cacao  (coklat) ;

3).  www.indonetwork.com, untuk peternakan jangkrik. Dari anak yatim yang berumur ± 27 tahun dengan pendidikan SD (tidak lulus SMP) bernama Juni, tertarik untuk berternak jangkrik tanpa modal sama sekali. Dengan bantuan anggota Kelompok Tani, Juni mendapat triplek bekas yang dipakai untuk boks (kotak) sebagai tempat jangkrik dan juga diberi telur–telur agar dikembangbiakkan. Dari ± 60 kotak tempat jangkrik ± 16 hari sudah menghasilkan dana. Sedangkan untuk sarangnya mendapat bantuan dari koperasi sebesar Rp. 1.200.000, dan  diharapkan akan terbentuk kelompok – kelompok peternak ± 20 orang / kelompok ;

4).  Melalui sambungan internet dengan pabrik obat nyamuk Petrokimia Gresik telah mendapat persetujuan menjadi distributor pemasok obat nyamuk dengan omset ± 100 box setiap 3 (tiga) minggu ;

5). Akses internet ke  Pabrik air minum kemasan “Flow” di Batu apioc salah satu  pabrik tepung apioca di Jawa Tengah yang diharapkan tepung apioca ini dapat menjadi bahan baku untuk keperluan eksport keripik tempe, untuk hubungan ini dalam upaya menjalin kerja sama serta saat ini masih dalam proses negosiasi.

d. Sebagai tempat kunjungan pelajar disekitarnya yang menanyakan tentang e-mail, chatting dan browsing ke alamat – alamat di internet yang potensiil mengenai pendidikan dan lain-lain ;

e. Direncanakan Kelompok Tani “Madu Rasa” akan merupakan pusat pelayanan informasi bagi beberapa desa ( Tiron, Sumber Gandu, Pacerejo, Ngale dan Muneng ) ;

f. Dari perkembangan desa melalui informasi telecenter diharapkan Kelompok Tani sudah dapat menanam dengan benar, memproses hasil produksi dan memasarkan, sehingga dapat menghidupkan bank Desa. Dari Dinas Koperasi disiapkan bantuan dana bergulir sebesar ± Rp. 50 Juta dengan sistim pembayaran 3 s/d 4 bulan ;

g. Tim Teknis Telecenter Muneng akan mengadakan legitimasi dengan Dik Bud setempat untuk kursus computer bagi putra – putrid desa sendiri dengan kesiapan modul dan instruktur dari Kelompok Tani.
2. Telecenter “Semeru” desa Kertosari, Kecamatan Pasrujambe Kab. Lumajang
a.   Telecenter Semeru dikelola oleh Kelompok Tani, UPK ( Unit Pengelola Keuangan ) sejahtera yang merupakan juara   I (pertama) UPK Gardu Taskin tingkat Jatim. Untuk bangunan yang digunakan adalah hasil swadaya Kelompok Tani dan masyarakat sekitarnya sedangkan kegiatan – kegiatannya antara lain :

1. Operasional computer untuk internet dimulai pada bulan Mei 2005 dari jam 08.00 s/d 16.00 Wib dan dikunjungi ± 10 orang/ hari ;

2. Sesuai program di Kabupaten Lumajang bahwa desa Kertosari sebagai lokasi Agropolitan, kebanyakan akses internet mengarah untuk explore masalah pertanian ;

3. Hubungan yang telah dijalin melalui internet dengan petani di Batu untuk menanam “Sensivera” sejenis tanaman hias yang akan diekspor ke Asia Timur dan disebabkan petani Kabupaten Lumajang belum berpengalaman tentang tanaman hias, hal ini akan dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian ;

4. Akses lain yaitu browsing untuk masalah kesehatan sehubungan program Gerbang Mas (Gerakan Membangun Masyarakat Sehat) di Kabupaten Lumajang dan yang didapat adalah informasi-informasi tentang kesehatan dan informasi lain tentang pelatihan yang bermanfaat untuk para petani setempat ;

5. Untuk telecenter Semeru, didampingi konsultan dari UNDP dalam upaya menyusun progam – progam dan rencana kerja selama 1 (satu) tahun dan hasil rencana kerja berupa “Survey Kampung Sendiri” untuk melihat potensi dan masalah yang ada.

b.   Diutamakan keberadaan Telecenter untuk mencetak kader – kader Kelompok Tani sebanyak – banyaknya dan difokuskan 1 (satu) desa untuk percontohan di desa Kertosari ;

c.   Lokasi Telecenter cukup dekat dengan lokasi – lokasi kegiatan sosial lain, sehingga warga  sering memanfaatkan untuk mendapat informasi dan juga dari ibu – ibu  yang mengantar anak – anaknya di TK di dekat Telecenter juga tertarik belajar internet dan mengikuti kegiatan yang ada di Telecenter ;

d.  Pengelola Telecenter telah mempublikasikan informasi yang ada di internet kepada penduduk tidak hanya melalui madia elektronik tapi juga melalui papan informasi dari hasil print out internet. Informasi yang bermanfaat antara lain yaitu mengenai system penerimaan mahasiswa baru ITB, informasi – informasi  tentang kesehatan, tenaga kerja dan budidaya pertanian dan lain – lain ;

e.  Direncanakan akan mengadakan pelatihan kompuetr atau internet tingkat dasar yang  diharapkan  akan  menjadi  simpul – simpul  informasi   ± 40 kader terbagi 4 (empat) gelombang ( 10 / gel ).

VIII. Penutup

Teknologi informasi merupakan alat bantu yang memungkinkan pengintegrasian beberapa kegiatan dalam satu proses yang lebih sederhana. Pemanfataan teknologi informasi dan komunikasi bukan hanya diorientasikan pada otomatisasi perkantoran saja, akan tetapi lebih dari itu adalah mampu berkomunikasi dengan unit lain dan masyarakat sebagai bentuk unit pelayanan kepada masyarakat yang salah satunya dalam bentuk pendirian telecenter.

Untuk dapat memberikan pelayanan publik yang prima suatu unit pelayanan publik dituntut dapat menyediakan ruang tunggu yang nyaman, waktu yang cepat, tepat, mudah dan murah serta efisien. Dibalik kemudahan dalam menyediakan informasi secara cepat, tepat dan akurat, sudah tentu kondisi semacam ini tidak mungkin lagi hanya mengandalkan kemampuan manusia secara manual, akan tetapi diperlukan sarana pembantu yakni teknologi informasi dan komunikasi. Perubahan sikap dan perilaku baik aparat maupun masyarakat mempunyai peran besar terhadap keberhasilan penerapan teknologi informasi dan komunikasi, karena perangkat yang canggih dan mahal tetapi tidak diimbangi dengan kesiapan manusia yang akan memanfaatkannya justru menimbulkan kondisi yang tidak produktif. Oleh karena itu aspek non teknis berupa rekayasa sosial (social engineering) menjadi salah satu unsur penting yang semestinya diupayakan mengiringi aspek teknis (technical engineering) yang sedang dikembangkan dalam implementasi kegiatan telecenter ini. Telecenter dapat berjalan dengan baik melalui  dukungan dan partisipasi sebesar – besarnya dari seluruh lapisan masyarakat.
 

 

 

 

 

Copyright © by :: Telecenter Semeru Lumajang :: All Right Reserved

Responses

  1. Saya ucapkan selamat atas terlaksananya Telecenter Lumajang. Namun saya mohon informasi, apakah selain yang tercantum tersebut diatas,seperti pelaksanaan pelatihan bhs inggris dan kepedulian terhadap bidang pariwisata.Telecenter Semeru Lumajang telah mampu dan menyediakan guide lokal.Sehubungan pertanyaan saya tersebut, tanggal 25 Juli kami akan membawa 55 wisatawan dari Bali dan perlu bantuan guide.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: