Profil Prima Tani Lumajang

I. PENDAHULUAN

Kecamatan Pasrujambe merupakan daerah sentra kopi yang terletak di barat selatan Kabupaten Lumajang pada ketinggian + 400 m dpl sampai dengan + 1.200 m dpl, , yang keseluruhan daerahnya berada dibawah lereng Gunung Semeru timur. Keadaan topografinya landai sampai bergelombang dengan tumbuhan yang dominan berupa tanaman Kopi dan Pisang .

Penanaman dan perluasan tanaman kopi dan pisang saat ini dilakukan oleh petani pada lokasi bekas penebangan hutan utamanya di Desa Pasru jambe. Kopi merupakan tanaman utama disamping sebagai kebun, tanaman kopi di daerah ini juga merupakan penyangga dari kawasan Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru. Yang mana hal ini sangat baik untuk mempertahankan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya manusia.

Dari semua kebun kopi milik petani di Desa Pasrujambe rata – rata diperoleh secara turun temurun yang naungannya menggunakan tanaman pisang, dimana keberadaannya bisa menjadikan kompetisi unsur hara bagi tanaman kopi karena petani tidak melakukan penataan kebunnya, disisi lain tanaman pisang juga sebagai tambahan penghasilan yang lumayan ketika harga kopi mengalami keterpurukan, Untuk naungan tetapnya terdiri dari tanaman sengon, dadap, lamtoro kelorwono dan tanaman keras lainya yang kurang begitu dimanfaatkan oleh petani untuk makanan ternaknya.

 

Keterpaduan antara ternak dengan tanaman di kebun merupakan suatu bentuk praktek nyata dalam upaya mewujudkan pertanuian berkelanjutan. Dengan melihat potensi pertanian maupun ternak yang ada di Kecamatan Pasrujambe dimana limbah pertanian dan hijauan pakan ternak melimpah dapat dikatakan merupakan simbiosis yang saling menguntungkan dan saling melengkapi.

Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan kemudahan untuk mengakses informasi secara luas tentang Kesehatan secara alami atau Back to Nature maka petani mulai tertarik untuk membudidayaka kambing PE sebagai perwujudan dari Program PRIMATANI melalui Integrasi Kopi, Kambing, dan Pisang,

 

 

Ternak kambing PE merupakan komoditas unggulan dan andalan sumber pendapatan masyarakat Kawasan PRIMATANI Lumajang. Sumbangan usaha kambing terhadap pendapatan rumah tangga petani mencapai 28 %. Hampir 95 % petani mengusahakan ternak kambing dengan kisaran 5 – 10 ekor per KK. Model integrasi yang dikembangkan berorientasi pada konsep ” Zero waste Production System ” yaitu seluruh limbah ternak maupun tanaman didaur ulang dan di manfaatkan kembali ke dalam siklus produksi. Kotoran kambing + batang pisang diproses menjadi kompos untuk tanaman kopi, Sedangkan kulit kopi diolah menjadi bahan campuran untuk pembuatan pakan. Bila kompos dari campuran kotoran kambing + batang pisang tersebut seluruhnya digunakan untuk memupuk tanaman , maka petani tidak perlu lagi membeli pupuk .

Tanaman pisang juga merupakan komoditas yang sangat penting bagi petani kopi di kawasan PRIMATANI Lumajang karena merupakan sumber pendapatan keluarga yang bersifat mingguan maupun bulanan. Panen hasil pisang bagi petani dapat mendukung terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 40 %, sedangkan jenis pisang yang di budidayakan adalah jenis pisang Agung Semeru dan Pisang Mas Kirana.

Produktivitas kopi rakyat di Kawasan PRIMATANI Lumajang sekitar 0,5 – 1,0 kg/ph atau 500 kg/ha. Rendahnya produktifitas ini dikarenakan kebun rakyat berupa kebun campuran antara lain tanaman pisang, sengon, manggis, kelapa, langsep dan durian. Usahantani kopi dari kebun campuran pendapatan yang diperoleh berkisar Rp. 2,5 juta/ha. Hal ini disebabkan pemupukan menggunakan pupuk kotoran kambing dengan jumlah pemberian 10 kg/ph.

Untuk mendukung Program PRIMATANI Integrasi Kopi – Kambing – Pisang secara komersial, maka perlu ditumbuh kembangkan kegiatan Agribisnis di Kawasan Primatani sebagai agribis industrial pedesaan bagi anggota kelompok tani .

1.1. TUJUAN

Tujuan dilaksanakan Program PRIMATANI di Kabupaten Lumajang adalah untuk meningkatkan pengetahuan , ketrampilan dan pendapatan petani di Lahan Kering Dataran Tinggi melalui penataan kebun kopi dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada dengan menerapkan pembangunan pertanian berkelanjutan yang berwawasan lingkungan serta terwujudnya Kawasan Agro Industri Pedesaan.

 

II. PELAKSANAAN

Pelaksanaan Program PRIMATANI Kabupaten Lumajang yang dilaksanakan Sejak Bulan Juni Th 2005 sampai dengan bulan Juli 2007 sudah dapat dikatakan membawa dampak kemajuan dan keberhasilan bagi masyarakat di Kawasan Primatani Lumajang. Adapun kelompok tani yang terdapat dalam kawasan Primatani adalah sbb :

1. Kelaompok Tani Jaya

2. Kelompok Margomulyo

3. Kelompok Harapan Jaya

4. Kelompok Surojoyo

5. Kelompok Sekarmaju I

6. Kelompok Sekarmaju II

7. Kelompok Tani Makmur

8. Kelompok Tani Muda

9. Kelompok Sukamaju

10. Kelompok hasil Olahan Mitra mandiri

11. Kelompok hasil olahan Mitra Gemilang

12. Kelompok L K M

III. HASIL DAN DAMPAK YANG DICAPAI

1. Peningkatan SDM

Setelah adanya PRIMATANI petani sudah mulai menata kebunya dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan kebunnya. Serta membentuk Gabungan Kelompok tani dari para himpunan masyarakat pecinta pertanian yang disingkat menjadi GAPOKTAN PERMATA.

Peningkatan SDM

2. KEBUN

Kebun dari para anggota kelompok tani sudah terdapat perubahan yang signifikan dari kebun agroforestry yang tidak beraturan diubah secara bertahap menjadi kebun sehat dalam penataan tanaman serta tanaman kopinya dibuat etape disambung dengan entrys Bp.939, Bp 42 serta Bp. 534.sedangkan tanaman pisangnya sudah dilakukan penjarangan anakan seta pembrongsongan buah agar buah menjadi bersih dan sehat sesuai permintaan pasar.

Kebun

3. PISANG

Dengan adanya primatani para petani sudah menerapkan pola SPO tanaman Pisang dimana kegiatan ini sangat mendukung dalam peningkatan pendapatan petani hal ini dengan terwujudnya kemitraan antara petani dan pengusaha dalam produksi pisangnya.

Pisang

4. Peningkatan Mutu dan Produksi Kopi

Peningkatan mutu kopi sudah mulai diterapkan dengan petik merah dan olah basah dimana sebelumnya petani melakukan panen dengan cara rampasan. dalam hal peningkatan produksi perkembangannya masih jauh dari yang diharapkan hal ini disebabkan karena seringnya hujan abu dan keadaan iklim yang kurang mendukung untuk pembuahan tanaman kopi.

5. KAMBING

Dalam upaya memperbaiki genetika kambing sudah dilakukan IB Kambing namun dalam tingkat kelahiran hasilnya masih kurang memuaskan sehingga perlu di introduksikan pejantan unggul Dan petani lebih tertarik untuk mengawinkan secara alami. Sedangkan dalam pemerahan susu kambing sebagian kecil sudah mulai memerah susu dan membuat kandang sehat
Kambing

IV. HAMBATAN

Hambatan yang paling utama pada awal sejak dilaksanakan Program Primatani di Pasrujambe Lumajang adalah minimnya infrastruktur dimana pada saat itu jalan masih berupa tanah dan makadam sepanjang + 10 km dan keadaan penerangan yang masih belum memadai karena penerangan berasal dari listrik yang menggunakan kincir air. Dan letak dari masing – masing kelompok sangat berjauhan sehingga untuk mengumpulkan petani agak mengalami kesulitan.

Sedangkan dalam Pemberdayaan dan Pendampingan kelompok sebagian para anggota kelompok ada yang aktif dan ada yang pasif. Pada kelompok yang aktif mudah menyerap dan menerapkan inovasi tehnologi.

V. KEBERHASILAN

Dalam perjalanan primatani selama 3 tahun di Pasrujambe Lumajang keberhasilan Primatani dapat dilihat dari adanya perubahan Infrastruktu dimana keadaan sekarang jalan yang sudah diaspal mencapai 7 km. Dan Listrik sudah masuk Desa. Serta tumbuhnya ekonomi rakyat yang cukup signifikan dengan bertambahnya pendapatan petani melalui bisnis Pisang Mas kirana. di kawasan Primatani dalam tiap minggunya terdapat 2 Perusahaan yang siap menampung hasil pisang petani dan kelompok tani yang terlibat dalam kegiatan Agribis pisang sebanyak 8 Kelompok .

Sedangkan dalam kelembagaan kelompok ada beberapa kelompok sudah membuat produk olahan berupa kripik pisang, Bothe, Turtila jagung

Serta sebagian kecil yang memerah susu kambing. Sedangkan pada kelompok tani koperatif sudah dapat membuat saung pertemuan secara swadaya.

VI. HARAPAN

Harapan dari hasil pelaksanaan Program Primatani adalah adanya perubahan keragaan kebun yang lebih baik. Diharapkan kelompok yang berada di Kawasan Primatani ada keberlanjutan aktivitas kelompok yang mengarah pada kemajuan kelompok dan berkembang menjadi kelompok Agribis dan Tumbuh kembangnya Agro Industri Pedesaan

VII. SARAN

Dengan melimpahnya limbah kulit kopi pada saat panen raya, maka disarankan para petani untuk memanfaatkan kulit kopi sebagai makanan ternak kambing, Pengolahan pakan dari limbah tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya dukung pakan sejalan dengan perkembangan populasi ternak kambing yang akan bertambah di anggota kelompok tani. Guna memperbaiki genetik kambing lokal disarankan petani untuk mengawinkan atau inseminasi buatan dengan kambing peranakan etawa.

PERMASALAHAN

Permasalahan di kawasan Pimatani adalah :

K o p i

  • Ketersediaan bahan tanam masih kurang

  • Tanamam sudah tua dan tidak terawat.

  • Penanganan Pasca panen masih kurang baik

  • Hujan abu sehingga menganggu pertumbuhan, pembungaan dan pembuahan.

P i s a n g

  • Petani secara keseluruhan belum menjual hasil pisangnya pada kelompoknya karena sebagian masih terikat pada ijon

  • Petani masih belum menerapkan SPO pisang

K a m b i n g

– Petani masih ada yang belum mau memerah susunya.

UPAYA PEMECAHAN

  • Introduksi klon unggul Bp 42, Bp. 534, Bp. 939

  • Membentuk blok produksi sumber entrys dan Pembenihan Kopi

  • Perbaikan tehnologi budidaya dan peningkatan ketrampilan melauli pelatihan – pelatihan.

 

KESIMPULAN

Dari hasil pelaksanaan Pemberdayaan dan Pendapingan Primatani di kabupaten Lumajang maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan ekonomi petani lebih tertarik dari pada pendekatan tehnologi, hal ini tampak adanya peningkatan pendapatan petani yang berupa :

– Pendapatan harian dari hasil Pemerahan susu kambing.

  • Pendapatan mingguan dan bulanan dari hasil panen pisang

  • Pendapatan tengah tahunan dari hasil ternak kambing

  • Pendapatan Tahunan dari hasil panen kopi.

    PENUTUP

     

     

    Dalam membangun kekuatan kelaompok dalam kesatuan ekonomi adalah dengan membentuk Asosiasi atau Gapoktan, Sedangkan dalam pola kemitraan dengan pengusaha adalah menjalin hubungan saling percaya antara petani dan pengusaha untuk menciptakan suatu mitra usaha yang berkelanjutan. Sedangkan PADUAN komoditas yang paling ideal bagi petani kopi di Kabupaten Lumajang adalah KOPI, PISANG DAN TERNAK KAMBING.

 

 

 

 

 

Responses

  1. saya marketing radar jember jawa pos group coba untuk menawarkan bentuk promosi atau profil hasil dari prima tani melalui media radar jember dengan tujuan menigkatkan penjualan dan menjadikan suatu inspirasi dari kelmpok tani untuk mencoba studi banding atau kerjasama dengan prima tani.dengan begitu prima tani bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lumajang maupun luar lumajang ANDIKBRAMIANTO NO HP 081358313989

  2. Mohon info, adakah perkebunan pisang di Lumajang yang milik PT, bukan perseorangan? Karena semester depan rencananya saya ingin magang. Kemudian akan penelitian tentang pisang. Terima kasih.

  3. Saya ingin mendirikan perkebunan pisang di daerah kabupaten lumajang,mohon info tentang lahan dan bibit dengan menguhubungi no telp saya di 08111490091 (mimi),trims


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: